Harapan yang Aku Tahu Hanyalah Sia - sia
Saat menulis ini, aku sedang memikirkan kamu. Ya, kamu. Tepatnya aku sedang memikirkan wajahmu. Bola mata yang teduh itu, alis yang melengkung dengan damai, bibir yang jika tersenyum semua laki-laki akan jatuh cinta. Ah, barangkali aku tak memikirkanmu, malah sekarang aku sedang melihat fotomu. Nampak jelas guratan-guratan cantikmu, mahakarya Tuhan yang diciptakannya untuk kunikmati dengan mata telanjang. Sebenarnya, jauh saat aku mengagumi wajahmu, aku lebih dulu mengagumi pola tingkahmu yang biasa saja, namun dapat memenangkan hatiku. Memenangkan hati setiap laki-laki. Karena aku sadar, yang merasakan kagum ini bukan aku saja . Lengkap sudah rasa tersainginya aku :). Tapi, ada yang luput dari pandanganmu , dari sekedar kekagumanku padamu . Cinta . Yah, cinta. Sangat sulit kubayangkan rasa kekaguman berujung hingga cinta, aku berani berkata seperti ini karena aku telah meneteskan air mata di depanmu. Di depan wajahmu yang elok itu, aku bimbang memaknai semua rasa ini, rasa yang t...