Teruntuk Tuhan, Aku dan Kamu

Dear : Tuhan Yesus ku
Tuhan Yesus, hari ini aku menangis lagi untuk seseorang yang kau tunjuk untuk menjawab doa-doa ku, tentang orang yang mencintai aku, dan aku mencintai Dia. Maaf karena aku selalu saja datang padamu untuk mengeluh, lagi-lagi aku tak bisa menjaga hati ini. Membuatnya retak dan pecah berkeping-keping. Selama ini dalam sujudku, aku selalu meminta agar kau tak jatuhkan hatiku ini pada orang yang salah, akan tetapi saat kau menunjukan dia yang akan menemani hari-hari ku, mengapa kau biarkan masalah ini terjadi?
Aku selalu bertanya, apakah ini dinding besar yang harus aku hadapi Tuhan? Untuk sebuah pengorbanan bernama CINTA
Entah mengapa kau biarkan aku berada pada situasi sulit seperti ini Tuhan, apakah kau masih ingin menguji kesetiaanku kepadamu. Tapi Tuhan aku lelah akan keadaan yang tak berujung ini, bisakah tolong hentikan semua ini? Aku sungguh tak sanggup lagi menahan beban berat ini sendiri. Aku rindu dia. Aku mencintai nya.
Hatiku ini bukan Bungalow tempat orang bisa singgah dan pergi sesuka hati mereka, lalu meninggalkannya seperti rumah tak bertuan dan sepi sendiri. Bukankah dia jawaban atas segala doa-doa ku kepada-Mu? Tolong pertemukan aku dengannya Tuhan, aku ingin memeluknya dan berkata aku sangsat merindukan nya.
Aku ingin bertanya kepadanya, kenapa dia biarkan aku seperti ini? Kenapa dia membiarkan orang lain memiliki hatinya, meremukkan perasaan aku dan terus saja begitu. Berapa lama lagi aku harus menunggu, apa tidak cukup ujian untuk cintaku ini, aku melewati banyak hari-hari terburuk yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, aku melanjutkan perjalanan sulit ini, menyusuri labirin gelap itu hanya untuk menemukanNya. Tapi kenapa di jalan itu hanya ada kabut tebal yang terus membelenggu perih perasaan ini.
Entah sampai kapan! Tapi Tuhan, apakah sekarang dia juga mencariku, seperti aku mencarinya? apakah di merasa kesepian, seperti aku yang kesepian menunggu kehadiranNya. Kenapa dia tak juga menemukanku, padahal aku disini selalu menangis untuknya.
Mungkinkah dia disana sedang berbenah diri, memperbaiki hidupnya lebih baik lagi dan menata hatinya.
Apapun yang sedang dia lakukan disana. Aku mohon Tuhan, tolong jangan berikan harapan semu lagi kepadaku. Kembalikan dia padaku, segera pertemukanlah aku dengan dia, pemilik hati ini, orang yang menjadi jawaban doa-doaku pada-Mu. Jauhkan dia dari orang-orang yang mengatas namakan cinta, hanya untuk meremukkan hatinya lagi.

Jagalah hatiku ini Tuhan, sampai Dia kembali menemukan ku dan menyatukan hati kita untuk selamanya. Juga sampaikan salam rinduku kepadanya, bahwa aku hanya inginkan dia untuk menjadi pendamping hidupku. Yang akan meminjamkan bahu ku untuk tempat dia bersandar, yang akan menghapus air mataku saat aku terluka dan yang akan selalu saling menguatkan agar kami tak terjatuh lagi. Aku disini akan setia menunggu kehadirannya, seperti iman percaya ku setia kepada-Mu.
Untuk calon kekasih masa depanku, dimanapun sekarang kamu berada, walau kau belum menjadi milikku. Aku tetap setia menunggu mu kembali dengan ku. Ku pegang teguh sabda Tuhan "Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengang persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangat menggodai kamu, karena kamu tudaj tahan bertarak. (1 Korintus 7:5)"
Aku selalu berdoa untuk kamu. Setiap langkah dan pikiran ku, hanya untuk kamu. Aku harap kamu tau, dan kembali. Aku Mencintai Kamu.

-LISG-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa sih komitmen itu?